Melihat Peluang dan Tantangan di Industri Drone Yang Minim Pesaing

menegaskan pada 2020 mendatang pasar droneakan bernilai US$100 miliar (sekitar Rp1,3 kuadriliun). Jika menyisihkan US$70 miliar (sekitar Rp978 triliun) untuk drone militer dan US$17 miliar (sekitar Rp237 triliun) untuk peralatan konsumen, masih tersisa peluang pasar sebesar US$13 miliar (sekitar Rp181 triliun) untuk drone komersial.

Itu berarti drone akan merambah banyak sektor, termasuk digunakan di bidang pertanian, perhutanan, situs pembangunan, pipa minyak, lokasi syuting, tambang terbuka, dan puluhan skenario lainnya.

Toru Tokushige sudah melihat tren ini ketika mendirikan Terra Drone pada 2016 lalu. Ia ingin menciptakan bisnis yang menggabungkan gawailangsung terkoneksi dengan web menggunakan kecerdasan buatan. Pengusaha yang berbasis di Jepang inipun kemudian mengusung ide drone komersial.

Saat Terra Drone didirikan persaingan pada sisi perangkat keras sudah ramai pemain, sektor perangkat lunak dan layanannya masih punya celah yang besar dan menunggu untuk diisi

Toru Tokushige, Founder & CEO: Terra Drone

Itulah sebab usahanya berfokus pada sisi perangkat lunak, dengan sistem yang dibuat untuk perencanaan penerbangan, sinkronisasi penerbangan, pemindaian LIDAR udara, pemetaan, inspeksi, dan visualisasi.

Ini berbeda dengan startup perangkat lunak drone lain seperti Skyward dan AirMap. Tapi bukan berarti kepercayaan pada industri ini cukup tinggi, adanya kejutan berupa penutupan Airware tahun lalu—setelah mengumpulkan US$118 juta (sekitar Rp1,6 triliun) dari investor—menunjukkan risiko startup yang mendahului permintaan pasar.

Sumber : id.techinasia.com

Share this post with your friends

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on print

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Apa yang anda tunggu?

Kunjungi
Portfolio kami

Apa yang anda tunggu?

Kita bicarakan
pekerjaan